

PENGEMBANGAN EKOWISATA PEMANDIAN ALAM PATEMON-TANGGUL-JEMBER
(tugas manajemen pariwisata yang dibimbing oleh Drs. I Ketut Mustika, M.M)
PAPER MANAJEMEN PARIWISATA
PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NIAGA
JURUSAN ILMU ADMINISTRASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS JEMBER
2010
I. Latar Belakang
Pemandian alam Patemon-Tanggul adalah sebuah pemandian alam yang terletak + 30 km dari pusat kota Jember. Pemandian alam tersebut mempunyai air yangsangat menyegarkan karena langung dari sumber mata air gunung Argopuro. Pemandian alam Patemon ikelola oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Jember. Keindahan alamyang itawarkan oleh pemandian alam Patemon adalah keasrian hutan lindung sekitar.
Letak dari pemandian alam Patemon sendiri terletak pada Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember. Jika menuju kesana dari kota Jember menuju ke arah barat + 30 km. sarana transportasi menuju kesana ada beraneka macam. Bisa menggunakan kereta api, bisa menggunakan angkutan umum dan bisa juga menggunakankendaraan pribadi. Jika menggunakan kereta api, turun pada stasiun kereta api Tanggul dan kemudian di lanjutkan dengan angkutan pedesaan. Sedangkan jika menggunakan angkutan umum dari terminal Tawang alun naik bus jurusan Tanggul dan turun di alun-alun Tanggul kemudian dilanjutkan dengan menggunakan angkutan pedesaan. Lokasi daerah pemandian alam Patemon relatif aman, karena terletak bersebelahan dengan sebuah kesatuan intansi militer yaitu Batalyon Infantri Angkatan Darat 515 Macan Kumbang.
Pemandian alam Patemon termasuk ekowisata karena menampakkankeindahan alam dan memberikan lapangan pekerjaan kepada masyarakat sekitar daerah pemandian alam. Namun, pemandian alam tersebut kurang begitu mendapat perhatian dari pengelola maupun dari pemerintah Kabupaten Jember. Pengembangan ekowisata dirasakan perlu dilakukan pada pemandian alam Patemon.
II. Tujuan
Tujuan dibuatnya paper ini adalah untuk menemukan cara yang efektif dalam mengembangkan pesona ekowisata pemandian alam Patemon.
III. Manfaat
Manfaat dari paper ini ada tiga bagian penting yang dapat diuraikan. Adapun bagian penting tersebut antara lain sebagai berikut:
a. Bagi penulis
Manfaat bagi penulis adalah dapat menambah kemampuan penulis dalam menganalisis dan mengidentifikasi maslaah yang ada disekitar lingkungan tempat penulis tinggal. Terutama di dalam hal pengembangan ekowisata.
b. Bagi pembaca
Dapat menjadikan sebuah referensi yang dapat digunkan sebagai acuan penulisan, pengembangan ekowisata dan pemberdayaan lingkungan tempat tinggal.
c. Bagi pemerintah
Dapat sebagai acuan pengembangan ekowisata oleh pemerintah Kabupaten Jember.
d. Bagi masyarakat
Dapat igunakan sebagai penambah penetahuan dan pemberdayaan dibidang pengembangan keindahan alam disekitar tempat tinggal. Selain daripada itu dapat digunakan sebagai acuan penambahan pendapatan masyarakat sekitar pemandian alam Patemon.
IV. Landasan Teori
Secara konseptual ekowisata dapat didefinisikan sebagai suatu konsep pengembangan pariwisata berkelanjutan yang bertujuan untuk mendukung upaya-upaya pelestarian lingkungan (alam dan budaya) dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan, sehingga memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat setempat. Sementara ditinjau dari segi pengelolaanya, ekowisata dapat didifinisikan sebagai penyelenggaraan kegiatan wisata yang bertanggung jawab di tempat-tempat alami dan atau daerah-daerah yang dibuat berdasarkan kaidah alam dan secara ekonomi berkelanjutan yang mendukung upaya-upaya pelestarian lingkungan (alam dan budaya) dan meningkatkan kesejahtraan masyarakat setempat.
Pengembangan ekowisata sangat dipengaruhi oleh keberadaan unsur-unsur yang harus ada dalam pengembangan itu sendiri, yaitu:
- Sumber daya alam, peninggalan sejarah dan budaya. Kekayaan keanekaragaman hayati merupakan daya tarik utama bagi pangsa pasar ekowisata sehingga kualitas, keberlanjutan dan pelestarian sumber daya alam, peninggalan sejarah dan budaya menjadi sangat penting untuk pengembangan ekowisata. Ekowisata juga memberikan peluang yang sangat besar untuk mempromosikan pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia di tingkat internasional, nasional maupun lokal.
- Masyarakat
Pada dasarnya pengetahuan tentang alam dan budaya serta daya tarik wisata kawasan dimiliki oleh masyarakat setempat. Oleh karena itu pelibatan masyarakat menjadi mutlak, mulai dari tingkat perencanaan hingga pada tingkat pengelolaan. - Pendidikan
Ekowisata meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap alam, nilai-nilai peninggalan sejarah dan budaya. Ekowisata memberikan nilai tambah kepada pengunjung dan masyarakat dalam bentuk pengetahuan dan pengalaman. Nilai tambah ini mempengaruhi perubahan perilaku dari pengunjung, masyarakat dan pengembang pariwisata agar sadar dan lebih menghargai alam, nilai-nilai peninggalan sejarah dan budaya. - Pasar
Kenyataan memperlihatkan kecendrungan meningkatnya permintaan terhadap produk ekowisata baik di tingkat internasional dan nasional. Hal ini disebabkan meningkatnya promosi yang mendorong orang untuk berperilaku positif terhadap alam dan berkeinginan untuk mengunjungi kawasan-kawasan yang masih alami agar dapat meningkatkan kesadaran, penghargaan dan kepeduliannya terhadap alam, nilai-nilai sejarah dan budaya setempat. - Ekonomi
Ekowisata memberikan peluang untuk mendapatkan keuntungan bagi penyelenggara, pemerintah dan masyarakat setempat, melalui kegiatan-kegiatan yang non ekstraktif, sehingga meningkatkan perekonomian daerah setempat. Penyelenggaraan yang memperhatikan kaidah-kaidah ekowisata mewujudkan ekonomi berkelanjutan. - Kelembagaan
Pengembangan ekowisata pada mulanya lebih banyak dimotori oleh Lembaga Swadaya Masyarakat, pengabdi masyarakat dan lingkungan. Hal ini lebih banyak didasarkan pada komitmen terhadap upaya pelestarian lingkungan, pengembangan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. Namun kadang kala komitmen tersebut tidak disertai dengan pengelolaan yang baik dan profesional, sehingga tidak sedikit kawasan ekowisata yang hanya bertahan sesaat. Sementara pengusaha swasta belum banyak yang tertarik menggarap bidang ini, karena usaha seperti ini dapat dikatakan masih relatif baru dan kurang diminati karena harus memperhitungkan social cost dan ecological-cost dalam pengembangannya.
V. Pembahasan
Jika melihat dari landasan teori diatas maka dapat dilakukan pembahasan bahwa pada pemandian alam Patemon bisa dikembangkan beberapa unsur. Adapun unsur-unsur itu antara lain:
a. Sumberdaya alam dan keaneka ragaman hayati. Hal tersebut dapat dijadikan slah satu pengembangan ekowisata karena pada pemandian alam Patemon terdapat beraneka ragam tumbuh-tumbuhan(karena letak pemandian tersebut di lereng gunung dan dekat dengan perkebunan PTPN Selandia). Selain itu juga mmpunyai sumber mata air dari gunung Argopuro.
b. Ekonomi. Hal tersebut menjadi sebuah unsur pengembangan ekowisata di pemandian alam Patemon karena pemandian alam Patemon menjadi salah satu andalan Dinas Pariwisata Kabupaten Jember. Pemasukan yang diberikan oleh pemandian alam Patemon termasuk besar diantara pemandian alam lainnya. Pemandian alam Patemon merupakan pemadian alam yang ramai pada musim-musim liburan. Pada kesehariannya pemandian alam Patemon biasanya digunakan sebagai tempat berlatih renang para Tentara.
c. Kelembagaan. Merupakan salah satu unsur yang dapat dikembangkan pada pemandian alam Patemon karena pada pemandian alam Patemon 90% pekerja berasal dari masyarakat sekitar. Oleh karena itu pemandian alam Patemon bisadikembangkan ekowisatanya karena berbasis mengangkat perekonomian masyarakat sekitar. Selain ari pada itu, pemandian alam tersebut sudah menjadi bagian dari masyarakat sekitar. Pemandian alam tersebut merupakan sumber mata air bagi masyarakat sekitar.
VI. Kesimpulan
Dari pembahasan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa didalam pemandian alam Patemon ada beberapa unsur yang dapat dikembangkan menurut ekowisata. Unsur-unsur tersebut antara lain:
a. Sumberdaya alam dan keaneka ragaman hayati
b. Ekonomi
c. Kelembagaan
Ketiga unsur tersebut ternyata sudah melekat pada diri masyarakat sekitar pemandian alam Patemon. Karena pemandian alam Patemon menjadi sumber mata pencaarian masyarakat sekitar dan mencadi sumber mata air bagi masyarakat sekitar.
VII. Sumber bacaan
Pengembangan_ekowisata._2010.http://www.ekowisata.info/pengembangan_ekowisata.html. [4 Desember 2010]
Pemandian_Patemon._2010._http://www.wisatajember.com/index.php?option=com_content&view=article&id=59:pemandian-patemon&catid=37:wisata&Itemid=71. [4 Desember 2010]
LAMPIRAN
Wahana yang disediakan di Pemandian Alam Patemon Tangul
Sarana Meluncur ke kolam renang
Sarana Lompatan
Kolam renang ukuran kecil
Kolam renang utama
Kebun alam
perahu bebek
Tidak ada komentar:
Posting Komentar