

PENGEMBANGAN EKOWISATA TANJUNG PAPUMA JEMBER
(tugas manajemen pariwisata yang dibimbing oleh Drs. I Ketut Mustika, M.M)
PAPER MANAJEMEN PARIWISATA
Oleh
Rengga Chrisdian
NIM 070910202029
PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NIAGA
JURUSAN ILMU ADMINISTRASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS JEMBER
2010
I. Latar Belakang
Pantai Tanjung Papuma terletak di sebelah selatan Kota Jember, salah satu kota di Provinsi Jawa Timur yang berada di jalur Bromo, Ijen, dan Bali. Pantai pasir putih ini terletak kurang lebih 37 km ke arah selatan dari Kota Jember, atau kurang lebih 235 km dari Kota Surabaya. Nama Papuma sendiri terbentuk sebagai akronim dari Pasir Putih dan Malikan. Kata “Tanjung” ditambahkan di depannya, untuk menggambarkan posisi pantai yang menjorok ke laut arah barat daya dari wilayah itu. Selain pantainya, hutan yang terletak di sisi lainnya juga jadi daya tarik obyek wisata ini. Pantai dengan luas 25 hektare ini menyuguhkan banyak kelebihan. Sebut saja hamparan pasir putih dengan tanjung melingkar sepanjang 1,5 km, barisan bukit hijau dengan pepohonan yang rimbun mengelilingi pantai. Pantai Tanjung Papuma, merupakan satu dari 16 objek wisata unggulan yang dipromosikan oleh Perum Perhutani Unit II Jawa Timur. Keindahan alam yang dimiliki Papuma masih asli, belum terkepung oleh banyak bangunan kokoh dari beton.
Bagi kalangan wisatawan lokal, Tanjung Papurna tak ubahnya sebuah 'surga'. Selain menyuguhkan berbagai panorama yang menyejukkan hati, daratan kecil yang menjorok ke laut di pantai selatan Jawa Timur ini juga menyimpan beragam flora dan fauna khas tropis. Siapa pun yang sempat mengunjungi pantai landai berpasir putih ini tak pernah bosan menikmatinya. Kondisi geografisnya yang stabil, bahkan telah menjadikan keelokan kawasan wisata dapat dinikmati dalam cuaca apa pun, baik di musim kemarau maupun ketika musim penghujan tiba. Keunikan lain di Papuma, yakni adanya batu-batu Malikan yang bisa mengeluarkan bunyi-bunyian khas seperti musik bila terkena ombak. Batu Malikan merupakan karang-karang pipih yang mirip seperti sebuah kerang besar yang menjadi dasar sebuah batu karang besar, yang letaknya tak jauh dari tepi pantai. Ada tujuh batu karang besar di pantai itu. Tujuh batu karang disebut sebagai pulau kecil oleh warga setempat. Enam dari tujuh pulau itu memiliki nama yang sesuai dengan bentuknya. Konon, satu dari antara pulau tersebut dihuni oleh ratusan ular berbisa sehingga tidak ada masyarakat atau wisatawan yang bisa berkunjung ke pulau tersebut. Deretan gugusan pulau tersebut, yakni Pulau Batara Guru, Pulau Kresna, Pulau Narodo, Pulau Nusa Barong, Pulau Kajang, dan Pulau kodok. Bentuk enam pulau tersebut sangat khas. Seperti Pulau Kodok yang bentuknya mirip seperti kodok raksasa, sedangkan Pulau Narodo bentuknya mirip dengan topi dewa Narada. Pengunjung yang datang ke pulau-pulau batu karang itu, bisa duduk di atas Batu Malikan asalkan ombak laut tidak tinggi. Selain menyuguhkan keindahan alam dan deretan pulau-pulau kecil, hutan lindung yang berada di balik pantai ini juga dihuni oleh satwa liar, seperti rusa, lutung, kera ekor panjang, lutung kuning, biawak, ayam hutan, dan sebagainya. Hewan liar tersebut memang sengaja dibiarkan berkembang biak di hutan sekitar pantai Papuma. Biasanya, hewan-hewan tersebut akan muncul pagi atau menjelang malam hari.
Di balik keindahan itu semua, pada kenyataannya kondisi kawasan wisata Pantai Tanjung Papuma yang ada saat ini sangat memprihatinkan, kurang mampu memanfaatkan dan mengelola potensi-potensi tersebut secara optimal. Akibat kurang adanya pengelolaan yang baik, banyak obyek-obyek wisata yang seharusnya dapat dikembangkan menjadi terabaikan dan tidak tertata atau terpelihara. Begitu pula dengan fasilitas-fasilitas yang ada, kurang mampu lagi melayani kebutuhan para wisatawan terutama pada saat-saat peak season, selain karena minim, kondisi fasilitas yang tersedia hampir sebagian rusak dan kotor serta tidak merata. Dengan kurang meratanya fasilitas, karena hanya terpusat pada Pantai Pasir Putih, mengakibatkan banyak sisi-sisi dari Pantai Malikan yang tidak terjamah padahal pantai ini tidak kalah menarik dengan Pasir Putih.
II. Tujuan
Tujuan dibuatnya paper iniu adalah untuk menemukan cara yang efektif dalam mengembangkan pesona ekowisata Tanjung Papuma Jember.
III. Manfaat
Manfaat dari paper ini ada tiga bagian penting yang dapat diuraikan. Adapun bagian penting tersebut antara lain sebagai berikut:
a. Bagi penulis
Manfaat bagi penulis adalah dapat menambah kemampuan penulis dalam menganalisis dan mengidentifikasi maslaah yang ada disekitar lingkungan tempat penulis tinggal. Terutama di dalam hal pengembangan ekowisata.
b. Bagi pembaca
Dapat menjadikan sebuah referensi yang dapat digunkan sebagai acuan penulisan, pengembangan ekowisata dan pemberdayaan lingkungan tempat tinggal.
c. Bagi pemerintah
Dapat sebagai acuan pembangunan ekowisata Kabupaten Jember pada umumnya dan pengembangan Ekowisata Tanjung Papuma pada khususnya.
d. Bagi masyarakat
Dapat igunakan sebagai penambah penetahuan dan pemberdayaan dibidang pengembangan keindahan alam disekitar tempat tinggal. Selain daripada itu dapat digunakan sebagai acuan penambahan pendapatan masyarakat sekitar Tanjung Papuma Jember.
IV. Landasan Teori
Rumusan 'ecotourism' sebenarnya sudah ada sejak 1987 yang dikemukakan oleh Hector Ceballos-Lascurain yaitu sbb:
"Nature or ecotourism can be defined as tourism that consist in travelling to relatively undisturbed or uncontaminated natural areas with the specific objectives of studying, admiring, and enjoying the scenery and its wild plantas and animals, as well as any existing cultural manifestations (both past and present) found in the areas."
Adapun arti dari tulisan tersebut adalah sebagai berikut:
"Wisata alam atau pariwisata ekologis adalah perjalanan ketempat-tempat alami yang relatif masih belum terganggu atau terkontaminasi (tercemari) dengan tujuan untuk mempelajari, mengagumi dan menikmati pemandangan, tumbuh-tumbuhan dan satwa liar, serta bentuk-bentuk manifestasi budaya masyarakat yang ada, baik dari masa lampau maupun masa kini."
Rumusan di atas hanyalah penggambaran tentang kegiatan wisata alam biasa. Rumusan ini kemudian disempurnakan oleh The International Ecotourism Society (TIES) pada awal tahun 1990 yaitu sebagai berikut:
"Ecotourism is responsible travel to natural areas which conserved the environment and improves the welfare of local people."
Dengan arti sebagai berikut:
"Ekowisata adalah perjalanan yang bertanggung jawab ketempat-tempat yang alami dengan menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahtraan penduduk setempat”.
Pengembangan objek wisata ada 5 unsur penting yang dapat digunakan sebagai acuan. Menurut James J. Spillane (1994: 63-72) suatu obyek wisata atau destination, harus meliputi lima unsur yang penting agar wisatawan dapat merasa puas dalam menikmati perjalanannya, maka obyek wisata harus meliputi :
1) Attractions
Merupakan pusat dari industri pariwisata. Menurut pengertiannya Attractions mampu menarik wisatawan yang ingin mengunjunginya. Motivasi wisatawan untuk mengunjungi suatu tempat tujuan adalah untuk memenuhi atau memuaskan beberapa kebutuhan atau permintaan. Biasanya mereka tertarik pada suatu lokasi karena ciri- ciri khas tertentu. Ciri-ciri khas yang menarik wisatawan adalah :
a) Keindahan alam
b) Iklim dan cuaca
c) Kebudayaan
d) Sejarah
e) Ethnicity-sifat kesukuan
f) Accessibility-kemampuan atau kemudahan berjalan atau ketempat tertentu.
2) Facility
Fasilitas cenderung berorientasi pada Attractions disuatu lokasi karena fasilitas harus dekat dengan pasarnya. Fasilitas cenderung mendukung bukan mendorong pertumbuhan dan cenderung berkembang pada saat yang sama atau sesudah Attractions berkembang. Suatu Attractions juga dapat merupakan fasilitas. Jumlah dan jenis fasilitas tergantung kebutuhan wisatawan. Seperti fasilitas harus cocok dengan kualitas dan harga penginapan, makanan, dan minuman yang juga cocok dengan kemampuan
membayar dari wisatawan yang mengunjungi tempat tersebut.
3) Infrastructure
Attractions dan fasilitas tidak dapat tercapai dengan mudah kalau belum ada infrastruktur dasar. Infrastruktur termasuk semua konstruksi di bawah dan di atas tanah dan suatu wilayah atau daerah. Yang termasuk infrastruktur penting dalam pariwisata adalah :
a) Sistem pengairan/air
Kualitas air yang cukup sangat esensial atau sangat diperlukan. Seperti penginapan membutuhkan 350 sampai 400 galon air per kamar per hari.
b) Sumber listrik dan energi
Suatu pertimbangan yang penting adalah penawar tenaga energi yang tersedia pada jam pemakaian yang paling tinggi atau jam puncak (peak hours). Ini diperlukan supaya pelayanan yang ditawarkan terus menerus.
c) Jaringan komunikasi
Walaupun banyak wisatawan ingin melarikan diri dari situasi biasa yang penuh dengan ketegangan, sebagian masih membutuhkan jasa-jasa telepon dan/atau telgram yang tersedia.
d) Sistem pembuangan kotoran/pembuangan air
Kebutuhan air untuk pembuangan kotoran memerlukan kira-kira 90 % dari permintaan akan air. Jaringan saluran harus didesain berdasarkan permintaan puncak atau permintaan maksimal.
e) Jasa-jasa kesehatan
Jasa kesehatan yang tersedia akan tergantung pada jumlah tamu yang diharapkan, umumnya, jenis kegiatan yang dilakukan atau faktor -faktor geografis lokal.
f) Jalan-jalan/jalan raya
Ada beberapa cara membuat jalan raya lebih menarik bagi wisatawan :
· Menyediakan pemandangan yang luas dari alam semesta
· Membuat jalan yang naik turun untuk variasi pemandangan
· Mengembangkan tempat dengan pemandangan yang indah
· Membuat jalan raya dengan dua arah yang terpisah tetapi sesuai dengan keadaan tanah
· Memilih pohon yang tidak terlalu lebat supaya masih ada pemandangan yang indah.
4) Transportation
Ada beberapa usul mengenai pengangkutan dan fasilitas yang dapat menjadi semacam pedoman termasuk :
a) Informasi lengkap tentang fasilitas, lokasi terminal, dan pelayanan pengangkutan lokal ditempat tujuan harus tersedia untuk semua penumpang sebelum berangkat dari daerah asal.
b) Sistem keamanan harus disediakan di terminal untuk mencegah kriminalitas.
c) Suatu sistem standar atau seragam untuk tanda-tanda lalu lintas dan simbol-simbol harus dikembangkan dan dipasang di semua bandara udara.
d) Sistem informasi harus menyediakan data tentang informasi pelayanan pengangkutan lain yang dapat dihubungi diterminal termasuk jadwal dan tarif.
e) Informasi terbaru dan sedang berlaku, baik jadwal keberangkatan atau kedatangan harus tersedia di papan pengumuman, lisan atau telepon.
f) Tenaga kerja untuk membantu para penumpang.
g) Informasi lengkap tentang lokasi, tarif, jadwal, dan rute dan pelayanan pengangkutan lokal.
h) Peta kota harus tersedia bagi penumpang.
5) Hospitality (keramah tamahan)
Wisatawan yang sedang berada dalam lingkungan yang belum mereka kenal maka kepastian akan jaminan keamanan sangat penting, khususnya wisatawan asing.
V. Pembahasan
Tanjung Papuma adalah sebuah pantai dengan sebuah bukit yang indah. Pantai Tanjung Papuma sendiri adalah pantai dengan pasir putih serta ada beberapa bagian pantai yang terdiri dari batuan kecil, bukit, karang dan semak belukar. Pada Tanjung Papuma sendiri terdapat gua bersejarah peninggalan Jepang. Dari hal tersebutlah Tanjung Papuma terkenal keindahannya karena memiliki beraneka ragam kekayaan alam dan keanekaragaman wisata yang dapat dikunjungi.
Pemabahasan Tanjung Papuma sebagai salah satu Ekowisata yang ada di Kabupaten Jember tak lain ada kaitannya dengan pemerintah. Hal ini berkaitan langung dengan Dinas Perhutani, karena dinasa Perhutani merupakan penglola Tanjung Papuma. Dinas Perhutani mempunyai divisi khusus pengembangan wisata kehutanan. Oleh karena itu pengembangan Tanjung papuma merupakan tanggung jawab dari perhutani.
Jika berbicara tentang pengembangan Tanjung Papuma yang ikaitkan dengan pendapat James J. Spillane tentang unsur-unsur pengembangan sebuah obejk wisata maka penulis dapat meberikan pendapat dan pembahasan sebagai berikut:
1) Attractions
Berkaitan dengan ketertarikan akan objek wisata Tanjung Papuma maka yang perlu dikembangkan adalah mengenai pengelolaan sumberdaya alam seperti perawatan tanamanyang ada disana. Pengelolaan lainnya adalah pengelolaan sejarah, pada Tanjung Papuma terdapat Goa Jepang. Goa tersebut dibersihkan tempatnya dan diberikan akses jalan yang mudah dalam menuju kesana. Mengenai ethnik yang ada disana kebanyakan adalah masyarakat nelayan. Bisa dikembangkan mengenai kampung nelayan. Dimana dikampung tersebutdapat dijadikan sebuah tempat pelelangan ikan yang besar dan terkenal seperti puger.
2) Facility
Mengenai fasilitas yang ada, pada Tanjung Papuma sudah terdapat penginapan yang terdiri dari wisma-wisma dan ada sebuah aula untuk pertemuan. Pengembangan yang dibutuhkan hanyalah masalah perawatan. Kebanyakan fasilitas penginapan yang ada disana kurang begitu terawat.mungkin dalam pengmbangannya perluitambahkan fasilitas perwatan khusus untuk fasilitas.
3) Infrastructure
Infrastruktur disini adalah mengenai kebutuhan wajib ada di objek wisata. Pada Tanjung Papuma kebanyakan pada infrastruktur air kurangbegitu memenuhi, listrik juga kurang begitusempurna. Saranpengembanganyang dilakukanadalah dengan membangun pipa air dan pemasangan saluran listrik yang memadai. Saluran listrik dan air merupakan kebutuhan vital karena tampa kedua hal tersebut maka kegiatan objek wisata bisa berjalan lambat dan kurang begitu diminati wisatawan. Selain dari air dan listrik, hal yang perlu dikembangkan adalah kesehatan, jalan dan jaringan komunikasi. Pada kesehatan, perlu dikembangkan sebuah pusat kesehatan bagi wisatawan. Pada akses jalan perlu dikembangkan sebuah akses jalan yang nyaman dan aman kepada wisatawan. Pada jaringan komunikasi hanya perlu diberikan sedikit pengembangan yaitu dengan memberikan layanan telepon umum atau jasa penjualan sarana komunikasi dengan harga yang wajar tentunya.
4) Transportation
Sarana transportasi merupakan salah satu dari aspek pengembangan dari sebuah objek wisata. Perlu diadakannya pengembangan mengenai transportasi seperti angkutan khusus dari termina/stasiun/bandara menuju Tanjung Papuma. Hal tersebut ijadikan sangat penting karena Tanjung Papuma terletak + 30 km dari pusat kota Jember. Selain itu perlu diadakannya sebuah jasa guide khusus dalam jasa transportasi tersebut.
5) Hospitality (keramah tamahan)
Keramahtamahan merupakan sebuah karifan lokal yangimiliki leh masyarakat sekitar Tanjung Papuma. Pengembangan yang perlu dilakukan hanyalah perlu diadakan sosialisasi pembinaan tentang bagaimana menyambut wisatawan yang datang.
VI. Kesimpulan
Dari penjelasan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa pengembangan ekowisata Tanjung papuma jika dikaikan dengan pendapat dari James J. Spillane tentang unsur-unsur pengembangan sebuah objek wisata maka penulis dapat memberikan pembahasan mengenai objek tersebut adalah mengenai:
1) Attractions
2) Facility
3) Infrastructure
4) Transportation
5) Hospitality (keramah tamahan)
Dari hal tersebut, mak pengembangan dapat terealisasi jika da peran serta masyarakat, pemerintah dan para akademis dalam penymbangan pemikiran – pemikiran pengembangan ekowisata. Namun yang paling berperan penting adalah masyarakat karen masyarakatlah yang paham betul tentang pengembangan ekowisata daerah tempat tinggalnya.
VII. Sumber bacaan
Definisi_Ekowisata._2010._http://www.ekowisata.info/definisi_ekowisata. html
Tanjung_Papuma._2010._http://www.wisatajember.com/index.php?option=com_content&view=article&id=57:pantai-tanjung-papuma&catid=37:wisata&Itemid=69. [4 Desember 2010]
LAMPIRAN
Foto Tanjung Papuma
Gugusan pulau Narodo
Pantai pasir putih Malikan
Pemandangan Papuma jika dilihat dari Goa Peninggalan Jepang
Batu Malikan dan Pulau Narodo
Kapal Nelayan di Pantai Malikan
Pulau Narodo dan Batara Guru
Tidak ada komentar:
Posting Komentar